My Digital Portofolio : Hari Kedua PKKMB di UNUSA
MATERI I : Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri - Ainun Najib Ahli IT Indonesia
Kita juga harus memegang teguh prinsip 5A di Era digital dan revolusi industri ini, apa saja Prinsip 5A itu?
1. Adab: Akhlak digital dalam bertanya dan berpikir
2. Akses: Teknologi harus memudahkan, bukan meninggalkan
3. Amanah data: Jaga data pribadi / mengurangi memposting hal-hal yang berbau sensitif.
4. Akurasi: Verifikasi sumber, terutama berita yang berkaitan dengan dunia kesehatan agar tidak termakan hoax / berita yang tidak benar
5. Akuntabilitas: Catat dimana AI membantu / sebagai asisten, bukan menggantikan pekerjaan manusia.
Mengawal etikanya, mengawal inklusifitas aksesnya, dan memastikan dampak sosialnya positif. Dampak sosial dan dampak ekonominya positif. Karena kita punya moral kompas gitu ya. Moral kompas kita yang berbasis ideologi kita sebagai Nahdiyin. Yang berbasis berdasarkan akhlak yang baik, untuk pelayanan, untuk kebermanfaatan pada umat, dan juga berbasis keadilan. Jadi sebaiknya kita bukan hanya pengguna teknologi, tapi kita juga harus mengarahkan arus teknologinya. "Ini bisa menjadi renungan karena generasi muda adalah generasi yang akan meneruskan, yang lebih tua / sepuh-sepuh sudah mulai kesusahan untuk meneruskan karena semakin sering capek dan kehabisan energi" ucapnya.
Jadi generasi inilah yang meneruskan kawal-kawal Indonesia. Generasi penerus mengawal Indonesia, mengawal teknologi, dan mengawal ideologi kemaslahatan ala Nahdiyin ke depannya. Untuk tetap mewarnai dan bahkan mendominasi percaturan Indonesia maupun global sehingga dunia ini tidak menjadi zalim, dunia ini tetap mengarah kepada kemaslahatan bersama umat manusia.
Nah secara teknis, apa sih dampaknya AI untuk mahasiswa saat ini? Yang paling esensial adalah perubahan era dari hal-hal yang sifatnya hafalan tadi, yang sifatnya rutinitas, yang tidak ada kreativitas dilebatkan, itu bergeser menjadi kemampuan berpikir kreatif, kemampuan berpikir strategis, kemampuan problem solving, dan kemampuan untuk eksperimen dengan cepat dan berkolaborasi dengan AI.
MATERI II : Wakil Ketua Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2024 Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi - Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H.
Karakter patriotis bangsa ada banyak macam, yaitu kecintaan pada tanah air, kerelaan pengorbanan harta dan jiwa, kesatuan dalam keragaman berbangsa, saling menghargai dan solidaritas, kemandirian, dan sebagainya.
Namun, tidak menutup kemungkinan selain ada masyarakat yang patriotis, ada juga yang korupsi. Korupsi bisa terjadi dimana saja dan kapan saja asal ada kesempatan, namun kali ini membahas tentang korupsi-korupsi apa saja yang biasanya terjadi di kalangan mahasiswa. Contoh korupsu pada mahasiswa meliputi titip absen, menyontek, plagiarisme, memalsukan data beasiswa, penyalahgunaan dana organisasi, memanipulasi laporan keuangan, dan sebagainya.
Ada beberapa cara dan strategi memberantasi korupsi :
1. Penindakan, langkah represif yang bertujuan menangkap, mengadili, dan menghukum pelaku korupsi melalui proses hukum, mulai dari penanganan laporan masyarakat, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga eksekusi putusan pengadilan.
2. Perbaikan sistem, pendekatan pencegahan yang bertujuan meminimalisirn peluang korupsi melalui identifikasi dan penataan ulang sistem yang rentan, dengan fokus pada transparansi akuntabilitas, dan efisiensi tata kelola pemerintahan dan layanan publik
3. Edukasi dan Kampanye, upaya untuk memahami nilai intergritas, menyamakan pemahaman, membangkitkan kesadaran masyarakat tentang dampak korupsi, serta membangun budaya dan perilaku antikorupsi melalui berbagai program komunikasi, sosialisasi, dan gerakan yang bertujuan menciptakan masyarakat yang sadar dan menolak korupsi.
Tugas utama KPK meliputi koordinasi, supervisi, monitor, pencegahan, penindakan (penyelidikan, penyidikan, penuntutan) dan pelaksanaan penetapan hakim terkait tindakan pidana korupsi.
MATERI III : Terampil serta bijak dalam berkomunikasi melalui media sosial - Dimas Chairullah, S.Sos
Jangan terjebak di dalam standart sempurna seperti membandingkan hidup orang lain yang kita lihat di media sosial dengan hidup diri keita sendiri. Ingat, media sosial seringkali hanya menampilkan momen terbaik, bukan seluruh kenyataan. Membandingkandiri sendiri dengan orang lain dengan perbandingan yang merusak dapat menurunkan rasa percaya diri dan memicu kecemasan. Lalu fokus pada kelebihan diri sendrii, jadikan media sosial sebagai inspirasi, bukan sebagai alat untuk merasa kurang.
Jadikan Media sosial sebagai alat yang hebat, contohnya untuk mengakses ilmu, ikuti akun akun edukatif (sejarah, sains, public speaking), bangun jaringan / relasi dengan terhubung dengan para profesional atau komunitas yang relevan dengan minat anda, lalu berkarya, tampilkan bakat atau hobi anda, baik dalam bentuk tulisan, video, atau foto, dan yang terakhir sebarkan kebaikan, bagikan informasi yang memberi manfaat dan menginspirasi
Adab dalam bermedia sosial seperti pikirkan dampaknya jika ingin berkomentar atau memposting hal yang kurang bagus. Jejak digital itu permanen dan tidak 100% dapat dihapus seutuhnya. Lalu jaga privasi, jangan sembarangan unggah data karena kita tidak tau mungkin di masa yang akan datang data kita disalahgunakan oleh orang lain. Saring sebelum sharing untuk mencegah dan menhindari berita hoaks. Be positive, jadilah netizen yang memiliki soapn santun. Kendalikan diri dengan mengatur jadwal kapan kita bisa scrolling media sosial dan kapan kita fokus di dunia nyata
Tautan link:
Website UNUSA Official : https://unusa.ac.id
Website FK UNUSA : https://fk.unusa.ac.id/
Link blog teman maba saya : https://muhammmadadryan.blogspot.com/2025/09/resume-3-materipkkmb-univ-hari-ke-dua.html
Media sosial lain milik UNUSA:
- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official


Comments
Post a Comment